Si Herman Kecil Yang Tangguh

Herman CIlik Si Penjual Koran

Herman CIlik Si Penjual Koran

Herman adalah salah satu anak dari desa kecil yang bersekolah disalah satu Sekolah Dasar di Desanya, tanpa uang jajan dan masih menggunakan sepasang sepatu yang sudah dipakainya selama empat tahun dan belum tergantikan oleh sepatu model terbaru apapun. Sepulang sekolah saat setiap anak berlarian menuju jemputan Ibu dan ayahnya, Herman malah menuju kamar mandi sekolah dan mengganti pakaiannya. Mau kemanakah Herman ? Apa alasan dia mengganti bajunya ? kenapa Herman tidak langsung pulang kerumah ?

Herman pun berjalan beberapa meter dari sekolahnya mengunjungi sebuah rumah kecil yang ramai dikunjungin oleh beberapa pemuda. Ternyata rumah kecil tersebut merupakan rumah yang memproduksi tumpukan kertas dalam ukuran besar yang tertata rapi dan sudah dilipat-lipat yang kemudian ditumpuk menjadi satu tumpukan. Wah ternyata Herman mengambil beberapa tumpukan kertas setelah pulang sekolah, mungkin untuk dijual kembali ke pasar atau mau dijadikan bungkusan cabai di pasaran atau bahkan mau dibakar. Mungkin itu sebabnya kenapa Herman mengganti pakaiannya dan hanya menggunakan topi sekolah dikepalanya sebagai pelindung dirinya dari sinar matahari yang menyoroti bumi  siang itu.

Herman pun keluar membawa tumpukan kertas tersebut dengan memakai topi dikepala dan tas sekolah yang disandangnya sambil membawa tumpukan kertas itu, ah pasti sangat berat yang beban yang dipikulnya saat itu, tapi anehnya Herman sambil bersiul dan tetap tersenyum bahkan ceria saat membawa tumpukan kertas tersebut.

Tak lama kemudian Herman ternyata bukan kepasar atau ke tempat pembakaran sampah, langkah Herman mengarah  kepada perempatan jalan raya yang terdapat tiang-tiang kokoh bermatakan tiga. “Koran-koran, koran-koran, koran-koran,..”  kata-kata itu lah yang Herman keluarkan disaat matahari berada pada puncaknya yaitu pukul dua belas lewat tiga puluh menit pada persimpangan tersebut. ah tak diduga ternyata Herman seorang penjual koran cilik yang harus menjajakan koran yang diambilnya dari rumah kecil tadi. Lalu kenapa Herman harus berjualan koran ?? bukankah Herman sudah bisa sekolah ?? lantas kenapa dia harus berjualan koran apalagi ditengah teriknya matahari yang seharusnya anak seusia dia harusnya makan, tidur siang dan bermain dirumahnya ??

Herman melanjutkan perjalanannya sambil membawa tumpukan kertas informasi yang berharga yang terdapat pada kertas yang sudah dilipat dan tertata rapi secara perlembar dan perhalaman.

Sudah tak terpikirkan berapa tetes keringat yang keluar dari kepala hingga badannya, pakaian yang dikenakan sudah usang dan sudah bercampur dengan berbagai macam noda dan kotoran sebagai bukti perjuangannya. Herman tidak memperdulikan pertemuan yang terjadi dengan teman-teman sekolahnya saat dia berjualan koran disepanjang trotoar jalan raya dimana lalu lalang mobil-mobil mewah berlalu lalang menjemput teman-temannya.

Saat nyala lampu dipersimpangan itu menunjukkan warna merah, Herman mendatangi tiap-tiap jendela mobil yang berhenti menunggu hijaunya warna merah tersebut. Satu persatu didatangin Herman sambil menjajakan koran dagangannya, tapi hanya tiga sampai lima koran yang dapat dia jual setiap persimpangan tersebut, tapi Herman tidak menyerah dengan kondisi tersebut karena niat dan hatinya tertuju untuk seorang wanita tua yang berada di rumah yang jauh dari tempat Herman berjualan koran.

Wanita tua yang kesehariannya hanya seorang Ibu rumah tangga yang menunggu orderan cucian dari tetangga yang membutuhkan tenaganya, dialah Ibunya Herman. Ibu yang selalu ingin melihat anaknya terus bersekolah, agar pintar dan menjadi anak yang berhasil nantinya dengan suatu harapan dapat menghidupkan dirinya sendiri (Herman) dan adik-adiknya. Adik ?? Ternyata Herman mempunyai adik yang masih sangat balita, belum bersekolah karena Ibunya tidak mempunyai biaya untuk memasukkan adiknya ke sekolah TK.

Mungkin itu alasan kenapa Herman harus berjualan koran, karena ingin membantu Ibunya yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Lalu kemana sosok Laki-laki yang seharusnya membantu Ibu Herman yang seharusnya membantu Ibunya dan keluarganya? Laki-laki tersebut sudah tidak bisa dipeluk lagi oleh Herman bahkan menyalami tangannya sekali saja Herman sudah tidak bisa lagi.. Ya beliau sudah berada di peristirahatan abadi, beliau sudah tiada karena kecelakaan saat bekerja menjadi buruh saat pembangunan sebuah gedung sekolah yang tak lain adalah sekolah Herman. Sekolah tersebut sedang dipugar untuk mengubah bangunan satu tingkat tersebut menjadi dua tingkat.

Semenjak peristiwa itu Herman sedih dan murung tapi bukan murung dan sedih abadi, bentuk tubuh yang kecil bukanlah alasan Herman untuk meratapi kepergian sang Ayah. Herman bangkit dan terus mencoba menghibur si kecil yang tak lain adiknya yang menyebut berulang kali, abang ayah kok gak bangun ? spontan Herman menjawab dengan jawaban layaknya seorang anak kecil “Ayah sedang tidur dik, kalau mau ngomong sama ayah nanti  kalau sudah waktunya kita pasti bisa ngobrol dengan ayah lagi, sementara adik ngobrol dan jalan-jalan sama abang ya”. *

Saat pulang kerumah Herman kembali tidak membawa koran bahkan baju seragamnya pun sudah terpasang lagi di badannya, Herman langsung menyalami ibunya dan makan siang dirumah meskipun hanya dengan nasi dan air putih saja,.. lalu kemana sosok penjual koran tersebut ? Ternyata Herman tidak mau ibunya tahu kalau Herman berjualan koran, selama ini biaya jualan koran digunakan untuk menutupi biaya sekolahnya, sementara uang yang dari ibunya dia tabung di sebuah kotak kubus yang terbuat dari kayu. Perjalanan Herman tak sampai disitu saja, ternyata Herman senang membaca..!! hampir setiap hari koran yang dia jual pasti dia baca disaat-saat waktu istirahatnya. Bahkan di rumah, Herman mengerjakan tugasnya sambil mengajarkan adiknya, memang Herman ilmunya masih sedikit tapi dia tidak ingin adiknya yang masih balita tidak bisa membaca karena keterbatasan biaya sehingga tidak bisa sekolah.

Meskipun masih duduk dibangku sekolah dasar tapi Herman sudah bisa mengatur dirinya menjadi seorang ayah buat adiknya dan bisa membantu meringankan beban ibunya…

IBU : Herman masih mau sekolah, Ibu sudah tidak punya uang Herman. Soalnya uang ibu dari hasil cucian ini hanya cukup buat beli makan kita sehari-hari.

Herman : Tidak apa-apa ibu, buktinya Herman masih bisa sekolah. Ibu simpan saja uangnya buat beli makan dan Herman akan belajar yang rajin biar pintar dan dapat ranking karena ada beasiswa kata pak kepala sekolah.

Dan sosok penjual koran cilik memang anak yang cerdas,. Dia mendapat ranking kelas dan pada saat itu yang rangking satu akan diberikan beasiswa sekolah gratis sampai lulus SMA jika dia bisa bertahan pada tiga besar.. mulai dari SD – SMP – SMA . Semoga semangat Herman yang tak pernah padam untuk membantu beban keluarga dan membesarkan adiknya.

 

Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini :

  1. Janganlah menyianyiakan pendidikan yang sudah didapat dengan mudah, karena banyak orang disekeliling kita berjuang meraih pendidikan dengan perjuangan yang susah.
  2. Jangan jadikan beban sebagai alasan kita untuk kalah atau mundur, jadikan itu sebagai semangat cadangan kita untuk menjadi lebih baik.
  3. Janganlah sepelekan anak-anak dibawah umur yang berjualan koran, sapa tau nasib anak tersebut sama dengan sosok Herman.
  4. Buatlah agar ibu kita selalu tetap tersenyum dan persembahkanlah berita yang indah selalu kepadanya.
  5. Berikanlah ilmu yang sedikit kepada yang tidak bisa dari pada memiliki ilmu banyak tapi tidak pernah membaginya sedikitpun, karena sedikit lebih baik dari pada tidak sama sekali.
  6. Jangan mau kalah dengan takdir , karena takdir bisa kita rubah dengan semangat dan usaha kita yang gigih karena dimana ada usaha dan kemauan pasti kesulitan sesulit apapun akan diberikan kemudahan kepada kita
BANNER-KUCB1

BANNER-KUCB1

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp

Advertisements

About Aulia Rahman

Melatih kepribadian diri dengan menulis, karena dengan menulis bisa mengajarkan kita cara bersikap, berbicara, dan bersilaturahim.
This entry was posted in Cermin Berhikmah and tagged . Bookmark the permalink.

92 Responses to Si Herman Kecil Yang Tangguh

  1. zico says:

    finally,,, semoga sukses. dan cerita di atas itu…. semoga bisa memberikan inspirasi yang konstruktif bagi kita… tetap semangat.. salama bloofers, dan salam persahablogan 🙂

  2. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.C.B
    Artikel anda akan segera di catat
    Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya

  3. Riksa89 says:

    So Sweeeeeeeeettt…. Sedih kang aku bacanya. Subhanallah, ternyata masih banyak orang-orang yang kurang beruntung. Tapi aku yakin Allah Maha Adil. Dia ga akan memberikan ujian di luar kemampuan hambaNya…. Semoga Herman selalu mendapatkan yg terbaik. Aminnnnnn…. 🙂

    *Sukses bwt kang Aul…. 😀

  4. Ade Truna says:

    menyentuh ya…realita 2011 di masyarakat kita, Herman sekali ya, pola pikirnya sudah dewasa sejak dini…Jangan terlalu dipaksakan nak, luangkan waktumu untuk bermain dan belajar…”SUKSES YA HERMAN”
    Terima kasih atas artikelnya kang Auraman…”SUKSES YA AURAMAN”

    Hidup anak Indonesia…ke laut saja para koruptor!

  5. Daun says:

    “si budi kecil kuyup menggigil menahan dingin tanpa jas hujan,disimpang jalan tugu pancoran tunggu pembeli jajakan koran” sepenggal petikan syair dari Iwan Fals tentang si budi penjual koran mungkin saja si budi ini kenal dengan si herman karena sama profesinya hehe…Semoga bisa memenangkan lombanya sobat sukses selalu,saya hanya bisa memberikan motivasi dan dorongan lewat doa karena saya tidak mengikuti kontes.

    Salam

  6. mood says:

    Giahahaha.. . Ikutan juga nih dikontesnya PakDe.
    Si Herman memang tangguh, semoga kelak dia bisa menuai apa yang ditanamnya.
    Eh, apakah itu juga ada disebagian kisah masa lalumu ?
    Sukses buat kontesnya ya.

    Salam.. .

  7. dimasady says:

    Pada kekuatan usaha dan doa insyaAllah akan berhasil, semangat kang…
    moga sukses!!!

  8. Sugeng says:

    Jadi teringat dengan si budi kecil yang menjajakan koran di persimpangan tugu pancoran. Semoga si budi dan herman bisa menjadi sosok yang tegar dalam mengarungi beratnya kehidupan. 😉

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  9. mridwan says:

    hidup memang perlu perjuangan. kta akan mati ketika kita berhenti untuk berjuang. selamat berjauang teman teman terbaikkku. warnai hdup ini seindah mungkin…..

  10. dhe says:

    koran?? kata itu tak lepas dari kehidupan dhe selama ini..
    semangat om, semoga menang yaaa… 🙂

  11. jesica says:

    salam kenal sob..dan selamat malam..

  12. Semut says:

    Wah panjang bngt gan, sampe mumet bc’a hehe, tpi mantap gan…

    Salam kenal kembali.

  13. TuSuda says:

    Semangatnya perlu ditiru, agar tetap berjuang meraih prestasi cita-citanya.
    Semoga sukses dengan ikutan kontesnya ya Mas…
    SALAM hangat dari Kendari. 8)

  14. qefy says:

    Hmmm, kali ini Auraman menyuguhkan cerpen rupanya. Gaya bahasamu memang memikat kawan. Perjuangan Herman sangat mengharukan Al. Herman begitu antusias dalam membantu keluarganya. Prestasinya juga gemilang, Saya merinding saat Herman mendapat Beasiswa. Saya Jadi ingat Adik dan keluarga 🙂 Yups, betul kata TuSuda Semangatnya perlu ditiru, dan saya tunggu edisi selanjutnya Al 🙂

  15. rubiyanto19 says:

    Bener-bener kisah hidup yang nyata, tidak sedikit kisah seperti ini terjadi di negeri ini …..

  16. An says:

    ikut kontes ternyata.
    Sukses ya,
    *nb. Saya bukan mas2 loh 😀 *

  17. Menyentuh sekali mas… 😦

  18. sibutiz says:

    ini kisah nyata ya ka…??

  19. bchree says:

    banyak herman2 lain di sekitar kita mari bantu mereka agar bisa mengenyam nikmatnya masa kecil dan nikmatnya pendidikan.
    salam kenal mas
    semoga dapat yang terbaik dalam lombanya

  20. kucrit says:

    sosok herman yang tangguh, patut ditiru…
    Salam kenal mas,

  21. indobrad says:

    Kisah yang sangat menginspirasi saya yang sejak dulu mendapat kemudahan bersekolah. Semoga masa depan Herman cemerlang.

    Salam kenal kembali ya 😀

  22. azaxs says:

    sangat menginspirasi mas..
    sudah sepantasnya artikel ini menang dalam kontes unggulan newblogcamp. goodluck 🙂

  23. Hasbuloh says:

    semangat yang patut ditiru teman. keterbatasan bukanlah alasan ketidakmampuan.

  24. ╔═════════════════════════╗
    …║ HADIR MERAMAIKAN STATUS ANDA… ║
    ╚═════════════════════════╝

  25. Nina says:

    Herman yang keren..Cerita yang inspiratif..two thumbs up..:D

  26. ysalma says:

    kisah nyata yang sangat banyak mengandung hikmah,,
    perjuangan dalam menggapai cita2 dengan semangat dan kerja keras luar biasa,,
    sukses di KUCB yaa.

  27. thisisrizka says:

    sangat menyentuh.. nggak ada yang mengira kehidupan anak-anak jalanan itu..semoga mereka bisa diangkat derajatnya oleh Tuhan, Amiin.
    Semoga menang kontesnya yaaa!

  28. ahmadblog says:

    herman teruskan perjuangan muu,,hehe info bagus sob,,^^

  29. aldila r ch says:

    HERMANNNNNNNTAAAAP 😀

  30. Astra satria says:

    Cerita yang inspiratif dan membawa hikmah, pantas untuk di ikutkan dalam kontes, dengan mengikuti kontes ini mas auraman membuktikan kekuatan menulisnya, teruskan perjuangan !

  31. jumialely says:

    berani menjalani kehidupan dengan tegar tanpa keluh kesah akan membawa kita pada kemandirian dan keksuksesan. Hidup ini haruslah terus hidup dan jangan menyerah. Tetaplah belajar dan menggunakan waktu dengan baik. atas stermpel komandan blogcamp JURI datang menilai, terima kasih atas cerita penuh hikmah,salam hangat

  32. Putrie says:

    Astaghfirullah, seperti ditampar saat membaca karya ini.
    saya merasa seperti pelajar yang tak bisa bersyukur,
    semua fasilitas ada,namun saya masih saja merepotkan orang tua.
    Astaghfirullahaladziim,,

    terimakasih,Mas

  33. faruq says:

    moga sukses dah,.. ^_^

  34. widhy88 says:

    banyak bersyukur, bertambah nikmat…

    mantap bang aul.. sukses selalu..

  35. Ini adalah tulisan motivator
    dan kau motivatornya dik 🙂

  36. wits says:

    Keren ceritanya, menyentuh, jadi inget sama kisah temenku..
    Makasih bwt cerita penuh makna ini, Mas. Maaf, mo nanya wit kan udh follow blog ini, tp di blogku, kok pembaharuan blog ini gak ada ya? mknya baru tau klo ada posting baru.
    Mungkin bisa bantu, thanks..

  37. yustha tt says:

    Herman anak yg pintar dan berbakti….
    Semoga terus bisa sekolah ya Nak..
    Ibu dan ayah (di sorga) pasti bangga memiliki anak sepertimu…

    SUkses di KUCB ya mas Au.. Ceritanya menyentuk dan hikmahnya kaya.

    Salam.

  38. budiarnaya says:

    Sebuah kisah yang perlu mendapat perenungan untuk menjadikan kita lebih menyanyangi sesama, salam kenal mas

  39. genial says:

    konsep sederhana yang sangat tinggi nilainya.. jangan sampai membuat ibu atau orang tua kita menitikkan airmatanya karena kita 😦 terimakasii kang sharenya 🙂

  40. ibnu says:

    sungguh luar biasa si Herman… mau mengorbankan masa kecilnya demi membantu orang tuanya dg tanpa mengeluh

  41. mantap mas…menginspirasi banget….

  42. masyhury says:

    yang dulu biarlah berlalu, Herman yang kini kan kan calon Sarjana, 😀

    Ohya, biasa mangkalnya di mana mas? kalo dari foto di atas seperti di persimpangan Katamso-Juanda ya?
    hihi,,

    salam sukses mas! 😆

  43. ekaraharja says:

    Dan yang lebih mengenaskan, cerita ‘herman’ itu bukan hanya cerita…Tapi, satu hal lagi yang perlu dicatat, bahwa apapun keadaannya, berpikir dan berjiwa besar bisa menjadi energi yang masif untuk melawan rintangan yang menghantui mimipi-mimpi kita…

  44. Multibrand says:

    Kisah perjuangan hidup yang sangat keras dari seorang anak lelaki kecil.
    Terima kasih atas komentar anda di blog saya.

  45. Dea says:

    jadi bikin kita bepikir lagi ketika kita lagi putus asa. bahwa ada sosok yang menanti kebahagiaan dari kita, “ibu”. Semoga bisa menjadi pembakar semangat lagi dalam berusaha tuk kejar mimpi-mimpi.
    Sukses buat kita smua…

  46. jadi terharu… menyentuh ckali kisahnya… 🙂
    makacie yuaaa… ^o^

  47. Sya says:

    Semoga sukses dgn kontesnya ya 🙂

  48. Prima says:

    Herman anak baik… saya tersentuh membaca perjuangannya… fiuhhhh… sukses mas di kontesnya!

  49. vi^^ says:

    Up..Up..Up

    Sedikit sekali mereka yang masih sempat peduli dengan pemandangan sarat hikmah, di tengah pemandangan dari suguhan acara televisi,misalnya saja sinetron,penuh dengan angan-angan belaka,kalaupun berlatar kehidupan susah,tapi terlalu ‘alay’..

    Semoga terus manfaat..
    Sukses untuk KUCBnya ya..

  50. Fadhli says:

    cerpennya menarik, ini yang saya tunggu dari mas auraman

  51. Easy Speak says:

    GOOD NEWS!!!

    A Fast Growing National English Language Consultant is hunting for :

    1. ENGLISH TUTORS

    Qualifications:

    1. Competent, experienced, or fresh graduate
    2. Proficient in English both spoken & written
    3. Friendly, Communicative, & Creative

    Placement :
    => Batam – Balikpapan – Samarinda – Makassar – Pekanbaru – Medan

    Send you resume to : easyspeak.hunting@gmail.com as soon as possible.

    Visit http://www.easyspeak.co.id for further information.

    2. COURSE ADVISOR (MARKETING)

    Qualifications:

    1. Communicative, Persuasive, Creative
    2. Having Experience
    3. Able to work full time

    Placement :
    => Batam – Balikpapan – Samarinda – Makassar – Pekanbaru – Medan

    Send you resume to : easyspeak.hunting@gmail.com as soon as possible.

    Visit http://www.easyspeak.co.id for further information.

    3. STAF ADMIN

    KUALIFIKASI DAN PERSYARATAN
    Bisa computer ( Msoft word dan exel )
    Bisa bahasa inggris ( pasif )
    Friendly personality
    Communicative and creative
    Bisa bekerja full day

    EMPLOYMENT BENEFITS
    Berpenghasilan menarik
    Pegawai tetap
    career
    Mendapat tunjangan JAMSOSTEK

    Kirim lamaran anda ke
    Jl. HOs Cokroaminoto No. 66 Block b, c, d Denpasar Bali
    Telp: 0361-422335

    Atau kirim ke
    easyspeak.recruitment@gmail.com

    4. FRONT OFFICER

    KUALIFIKASI DAN PERSYARATAN
    Bisa computer ( Msoft word dan exel )
    Bisa bahasa inggris ( pasif )
    Berpenampilan menarik
    Friendly personality
    Communicative and creative
    Bisa bekerja full day

    EMPLOYMENT BENEFITS
    Berpenghasilan menarik
    Pegawai tetap
    career
    Mendapat tunjangan JAMSOSTEK

    Kirim lamaran anda ke
    Gedung Graha Pena Lt. 5 Sute 510
    Jl. Raya Batam Centre
    telp: (0778) 460785
    Batam

    dan

    Jl. HOs Cokroaminoto No. 66 Block b, c, d Denpasar Bali
    Telp: 0361-422335
    Denpasar – Bali
    Atau kirim ke
    easyspeak.recruitment@gmail.com

  52. renungan yg luar biasa..
    untuk poin 1 caranya mungkin misalnya dengan berbagai ilmu dan pengetahuan kita melalui blog ya mas 🙂 mengamalkan = mensyukuri 🙂

  53. pink says:

    Wah, nyesel deh dulu pas smk sering bolos. Malah hampir di D.O. Untung aku punya prestasi yang menunjang. Tapi habis itu semangat lagi.

    Tulisan yang bagus.

  54. arikaka says:

    bagus banget mas tulisannya salut deh, tapi lebih salut lagi sama si Herman lah pokoknya…

  55. yups, intinya tetap semangat n bersyukur jg do’a ya sob karena itu kunci kesuksesan mengarungi hdp ini.

    Tengkyu…, moga sukses yaaaa

  56. hudaesce says:

    It’s wonderfull. sungguh tulisan yang saangat bagus dan banyak pelajaran yang berharga sekali bagi kita dan saya juga tentunya. “seorang nelayan yang kuat emnag tidak tercipa dilautan yang tenang”

  57. lozz akbar says:

    Herman ini apanya brade Auraman..?? hehehe

  58. tengku says:

    Berkunjung malam ketempat sahabat, mudah2an semakin mempererat persahabatan di dunia maya ini…

  59. joe says:

    wah seperti lagunya iwan fals ya…

  60. yadiebaroos says:

    good story…
    mengharukan…
    fakta yang ada, masih banyak anak2 sekolah yang menyia-nyiakan waktu dan uang yang diberi orang tuanya untuk bersekolah, mereka lebih memilih nongkrong dipersimpangan dengan masih mengenakan seragam sekolah mereka….ironis memang…

  61. lintasberita says:

    Selamat sore,wah maaf baru bisa berkunjung sekarang kemarin2 ga bisa online sich >.< oia link Auraman juga sudah terpasang di blogroll blog ku http://blog.umy.ac.id/lintasberita/

  62. yusuf says:

    Bisa jadi cerita diatas adalah cerita fiksi, namun pada kenyataannya masih banyak anak-anak di negara kita yang hidup seperti Herman.

  63. hduh jadi nyesel deh padahal banyk yg g bisa sekolah yaa..
    makasih sudah diingatkan..salam sukses ^^

  64. SanG BaYAnG says:

    Poin 6 mengingatkan saya pada seseorang yang masa kecilnya cuma penjual es lilin tapi sekarang sukses dengan beberapa rumah makan ternama di sebuah kota perbatasan. sungguh luar biasa.
    Kadang keadaan dengan sendirinya membentuk karakter pribadi berprinsip dan power insting untuk melangkah lebih baik di masa yang akan datang.
    Salam..

  65. Sunguh begitu anyak pelajaran yang bisa kita ambil dari lingkungan di sekitar kita. Terimakasih atas inspirasinya, sunguh menggugah.

  66. andipeace says:

    herman..luar biasa kau..
    salam buat herman ya mas..semoga kelak dia sukses

  67. naruto says:

    ceritanya dramatis sekali… salam

  68. nitbot says:

    jadi ingat pas masa2 kuliah dulu..ngajarin anak2 seperti ini… good story… 🙂

  69. noerachma says:

    very touching… aku suka cerita2 ttg perjuangan hidup…
    di satu sisi banyak org bermalas malasan sekolah pdhl orangtuannya berkemampuan
    disisi lain org2 harus berjuang keras demi itu…

  70. Untuk mencapai prestasi, tentu butuh perjuangan yang tidak gampang. salam dari pekalongan

  71. cerita yg menyentuh..moga menang ya..(:

    fotonya oake kamera apa? kurang gede..

  72. dalinsyi says:

    benar-benar sangat menginspiiiirasiiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s