Bus Malam

Malam ini suasana terminal sedikit agak sepi dari hari biasanya, tidak terlihat keramaian disekitar terminal, mungkin hal ini dikarenakan hari libur yang “terjepit” sehingga banyak orang yang memutuskan untuk tidak berlibur.

Terlihat sosok pemuda dengan postur tubuh tinggi dan tidak terlalu kurus dengan tas ransel yang menempel dipunggungnya mendatangi salah satu loket yang berada didekat pintu masuk keberangkatan bus, Arsyad namanya.Assalamu’alaikum bang, mau beli tiket buat malam ini tujuan medan ada…?” tanya  Arsyad kepada petugas loket yang sedang menghitung uang dalam lacinya sekalian menjawab salam Arsyad dan dengan mata yang langsung tertuju pada daftar pemesanan, petugas tersebut menjawab “Wa’alaikumsalam ada, untuk berapa orang dik..?

Hanya untuk satu orang saja bang, berapa ya ongkosnya ?“, tanya Arsyad sambil mengambil dompet dari sakunya.

Sembilan puluh delapan ribu rupiah dik.!

Ok bang, ini uangnya dan kembaliannya ambil saja.“, Arsyad memberikan uang seratus ribu rupiah kepada petugas loket tersebut.

Ini tiketnya, terima kasih ya…, semoga perjalananmu menyenangkan dan selamat sampai tujuan“, sambil tersenyum kepada Arsyad petugas tersebut memberikan tiket bus kepadanya.

Sama-sama bang, terima kasih doanya..

Secarik tiket keberangkatan sudah Arsyad pegang dan langsung dimasukkan kedalam saku celananya agar tidak hilang, uang juga sudah diserahkannya kepada petugas loket terminal dan sekarang Arsyad tinggal menunggu bus yang akan ditumpanginya tersebut berangkat menuju sebuah kota yang jauh dari tempat kerjanya.

Perjalanan menuju kota tersebut membutuhkan waktu lebih kurang sepuluh jam dan hanya mempunyai satu jenis metode angkutan yaitu darat, hal itu dikarenakan lokasi tempat kerja Arsyad yang berada disebuah kabupaten di provinsi Aceh, Pidie nama kabupatennya dan kecamatan Kota Sigli nama ibukota kabupatennya

Tidak lama bagi Arsyad menunggu waktu keberangkatan bus, karena pada saat itu Arsyad sedikit telat memesan tiketnya.

Mesin bus sudah menyala saat Arsyad membeli tiket dan sambil menunggu keberangkatan Arsyad mencoba melihat disekeliling area ruang tunggu penumpang, berharap menemukan teman yang dia kenal di Sigli.

Hanya beberapa detik memandang sepertinya dia tidak menemukan sosok yang dia kenal, hanya rombongan keluarga dan beberapa orang pemuda yang sepertinya memiliki tujuan yang sama dengannya.

Suara klakson bus sudah dibunyikan sebagai pertanda kalau bus tersebut akan berangkat dan para penumpang satu-persatu masuk kedalam bus.

Arsyad memperhatikan seorang anak kecil yang begitu bersemangat memasuki pintu bus dengan membawa bungkusan kecil ditangannya, mungkin anak tersebut bermaksud untuk mencarikan tempat duduk lebih dulu agar sewaktu ayahnya masuk, tempat duduk sudah tersedia untuk ayahnya.

Arsyad hanya tersenyum melihat kejadian tersebut karena teringat saat dia kecil dulu, dia selalu naik duluan karena takut tertinggal bus meskipun bus tersebut masih lama berangkatnya dan pernah suatu ketika karena begitu semangatnya dia salah naik bus, sehingga cukup membuat orang tuanya kebingungan mencarinya.

Senyuman pun hilang, Arsyad mulai fokus pada anak tangga bus untuk segera memasuki bus dan segera mencari tempat duduk agar  tidak ketinggalan bus beneran.

Sambil menaiki tangga bus, padangan Arsyad langsung tertuju pada nomor-nomor kursi yang terdapat pada dinding bus, Arysad mencari nomor kursi yang sudah tertulis pada tiketnya.

Nomor tiga belas merupakan nomor kursi yang didapatnya saat membeli tiket tadi, sebenarnya ada dua pilihan antara kursi tiga belas dan empat belas akan tetapi Arsyad lebih senang memilih nomor tiga belas dikarenakan duduknya paling pinggir sehingga nyaman buat dijadikan sandaran.

Masing-masing penumpang terlihat sedang asyik memasukkan barang bawaannya kedalam tempat penyimpanan yang ada diatas kursi penumpang.

Klakson kedua bus akhirnya berbunyi, pertanda bus akan segera berangka dan kondektur bus terlihat mulai berjalan kearah penumpang untuk memeriksa tiket.

Beberapa menit kemudian setelah petugas memeriksa tiket penumpang, lampu dalam bus dimatikan dan Arsyad mulai memejamkan matanya untuk tidur.

Sebelum tidur Arsyad menyempatkan diri membuka Facebooknya untuk mengubah statusnya menjadi Go to Medaannn…!!

Advertisements

About Aulia Rahman

Melatih kepribadian diri dengan menulis, karena dengan menulis bisa mengajarkan kita cara bersikap, berbicara, dan bersilaturahim.
This entry was posted in Belajar Cerpen. Bookmark the permalink.

12 Responses to Bus Malam

  1. Arsyad hanya tersebut karena teringat saat dulu kecil, dia selalu naik duluan karena takut tertinggal bus meskipun bus tersebut masih lama berangkatnya dan pernah suatu ketika karena begitu semangatnya dia salah naik bus, sehingga cukup membuat orang tuanya kebingungan mencarinya.

    Kayaknya ada kata2 yang aneh di kalimat itu mas.. 😛 #edisi sok kritis

  2. oke…oke…boleh juga
    silahkan diteruskan kelanjutannya…
    wahahaha… sok merevisi tulisan orang, padahal aslinya tulisanku sendiri amburadul

  3. Irma says:

    sempat-sempatnya Arsyad update status. hehehe..
    semoga Arsyad sampai di Medan dengan selamat.

    belum sampai klimaks ya? Kalau mau, ini dijadikan Bab salah satu novelnya Kang Aul, tapi setau saya di tiap Bab ada sedikit klimaks gitu, cuma pas saya baca ini belum kentara klimaksnya. hehehe.. (padahal sendirinya ga bisa nulis cerita, hohohooh..)

  4. wah itu blm dikasih tau ya mas yg duduk disamping Arsyad itu siapa ya? jd penasaran saya kisah selanjutnya, apalagi sebelum tidur masih sempetnya buat update status hihihihi

  5. Rahmi Aziza says:

    hmmm bis malam… jadi kangen naik bis malam.. mimpi indah ya Arsyad, ntar bgitu bnagun udah smpe Medan 🙂

  6. Millati says:

    Arsyad naik bus Kurnia bukan? *sebut merek*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s