Pernak-pernik Ramadhan

Ramadhan sudah tinggal beberapa hari lagi, perlahan-lahan jajanan makanan dipinggir akan kosong yang kemudian akan digantikan oleh jajanan pakaian lebaran. Persaingan label harga pun dimulai mulai dari yang bertaraf menengah keatas hingga menengah kebawah.

Berbagai teknik pun dilakukan, mulai dengan memasang plank/pamflet “CUCI GUDANG” bahkan “DISKON 50%” yang tak lain adalah mencari perhatian pelanggan dengan cara memberikan penawaran termurah.

Bahkan tidak jarang juga ditemukan penjual yang menawarkan dengan harga tinggi bahkan hingga 2 kali lipat dari harga standar dan tidak jarang juga kita melihat karakter penjual dan pembeli yang beraneka ragam.Bagi penjual yang tidak bisa memberikan harga murah tentunya akan dibilang pelit dan sombong bahkan sebaliknya jika ada pembeli yang berulang-ulang menawarkan harga terendah tentunya akan dibilang miskin, tidak punya modal dan lain sebagainya.

Bagiku Ramadhan memang bulan yang penuh berkah dan berbagai macam pernak-pernik kehidupan manusia, disatu sisi ada sebagian orang yang sibuk dengan mendekatkan diri kepada Sang Khalik namun tidak sedikit juga orang yang sibuk mendekatkan diri dengan pembelinya 🙂

Peristiwa ini akan terus terjadi setiap bulan Ramadhan tiba, kesempatan yang diambil setiap orang untuk mencari rizky sebanyak-banyaknya, akan tetapi sangat disayangkan jika penjual tersebut sendiri tidak berpuasa, tidak menghargai orang yang berpuasa disekitarnya.

Ya seperti itulah pernak-pernik yang terjadi terlalu fokus pada rizky tetapi lupa pada kewajibannya sebagai umat islam yaitu wajib menjalankan ibadah puasa jika mampu dan sanggup.

Tentunya mampu dan sanggup disini bukanlah karena kesibukan berniaga sehingga lelah dan tidak kuat untuk berpuasa, kategori sanggup disini untuk golongan orang tua, golongan anak-anak balita bukan untuk golongan pemuda yang sehat dan kuat tetapi kemudian tidak berpuasa dikarenakan tidak sanggup berpuasa karena kelelahan berjualan.

Inilah pernak-pernik Ramadhan yang biasa kita jumpai, kita lihat dan kita saksikan bersama. Bagi yang puasa terus berpuasa bagi yang tidak berpuasa ya dilanjutkan tidak ada yang bisa melarang hehe…

Semoga setiap bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, bulan yang penuh dengan pernak-pernik kehidupan manusia.

Bulan yang hanya memiliki 29-30 hari tentunya harus dimaanfaatkan semaksimal mungkin karena belum tentu kita akan bertemu dengan Ramadhan tahun berikutnya.

Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya dan tentunya harus lebih baik dari Ramadhan sebelumnya.

~ Selamat Berpuasa Sobat…

Advertisements

About Aulia Rahman

Melatih kepribadian diri dengan menulis, karena dengan menulis bisa mengajarkan kita cara bersikap, berbicara, dan bersilaturahim.
This entry was posted in Belajar Menulis, Cerita Ringan, Coret - Coret and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Pernak-pernik Ramadhan

  1. Diskon 50%?
    ^_^
    Biasanya ibu-ibu yang sangat suka dengan hal ini.
    Ya, begitulah mas fenomenanya di setiap tahun.
    Semoga kita adalah golongan orang-orang yang sibuk mendekatkan diri pada Sang Khalik, bukan pada penjual atau pada kue-kue lebaran 🙂
    Selamat berpuasa bang Aulia ^^

  2. annur says:

    inilah adanya fakta yg membuktikan org tergiur diskon dibandingan amal / sedekah hehee

    smoga saja kita senantiasa orang yg hanif dalam islam brsaha berpikir ttg Kebesaran dan penghematan yg bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s