Tidur dan Istirahatlah

Tidurlah, malam sudah larut
Apa yang kau pikirkan sobat
Bukankah malam tinggal beberapa jam lagi
Lalu apa yang kau pikirkan lagi

Biarkanlah badanmu berbaring
Pundakmu ingin bersentuhan dengan ranjang
Memeluk guling ditemani alunan suling
Alunan kerinduan akan seseorang

Masihkah ia memikirkanmu
Masihkah kau memikirkan dia
Masihkah kau mencintainya
Masihkan ia berharap padamu

Wanita itu selalu ada dalam pikiran
Sosoknya periang
Perkasa dalam setiap pekerjaan
Tertawanya girang

Doa’ku selalu untukmu wanitaku…
Ibu…

Sehatlah disana
Maafkan aku belum bisa memberi hadiah untukmu
Belum bisa selalu disampingmu
Memijat kakimu, keningmu

Maafkan saat sakitmu aku tidak disampingmu
Saat sakitku, kau ada disampingku
Pantaskan aku menjadi anakmu
Ibu maafkan aku

Aku bangga menjadi anakmu
Dan banggalah aku menjadi anakmu

Berikan aku kesempatan
Kesempatan untuk melihat senyuman
Tawa dan candaan
Wanita pelindung kehidupan

Sehatkan,…
Sempatkan,…
Izinkan,…
Mudahlan,…
Ringankan,…

Advertisements

About Aulia Rahman

Melatih kepribadian diri dengan menulis, karena dengan menulis bisa mengajarkan kita cara bersikap, berbicara, dan bersilaturahim.
This entry was posted in Coret - Coret. Bookmark the permalink.

One Response to Tidur dan Istirahatlah

  1. KopiSusu says:

    itu lah ibu ya
    kangen juga rasanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s