Saat Sebuah Aplikasi Menjadi Sia-sia

Sepertinya pembuatan aplikasi canggih yang harganya puluhan juta tidak mempunyai manfaat lebih selain memantau kegiatan operasional. Terbukti dari sekian aplikasi yang telah diciptakan, dibeli dan dikembangkan tetap berujung pada pembuatan laporan secara berulang dan secara manual dimana pengambilan data dalam pembuatan laporan manual tersebut berasal dari aplikasi yang dibuat padahal aplikasi yang diakses itu memiliki satu database yang sama.

Start -> User A -> Aplikasi -> Data/Report -> Laporan Manual -> User A -> Laporan Manual -> User B (Rekap) -> Start (Replay by request)

Mungkin bisa dibuat lebih ringan dan singkat menjadi :

Start -> User B -> Aplikasi -> Data/Report -> Laporan Manual -> Laporan Rekap -> Finish

Benar-benar alur proses yang seharusnya mudah dan praktis, akan tetapi dibuat menjadi sebuah aplikasi yang sifatnya hanya untuk memonitoring operasional saja.

Advertisements

About Aulia Rahman

Melatih kepribadian diri dengan menulis, karena dengan menulis bisa mengajarkan kita cara bersikap, berbicara, dan bersilaturahim.
This entry was posted in Coret - Coret, Komputer and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Saat Sebuah Aplikasi Menjadi Sia-sia

  1. ini namanya blogger IT 🙂

  2. Guru Go!Blog says:

    Bukannya sekarang sudah banyak aplikasi yang lebih sederhana dan powerfull?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s