Nada Rindu

Malam ini sepertinya Hujan tidak akan turun, mencoba untuk memejamkan mata akan tetapi susah untuk di pejamkan. Seolah mata ini sedang dikontrol oleh kedua jemariku, sepertinya mereka ingin kembali mencoba untuk mengedalikan emosi pemiliknya dan menenangkan pikirannya dengan cara menumpahkannya kedalam sebuat tulisan.

Tidak tahu tulisan apa yang ingin dibuat, tapi tidak ada salahnya mencoba kembali membahas seputar percintaa. Hmmm… RINDU, ya mencoba untuk mengambil subjek rindu. Ok Fix Rindu, Miss U”.

Rindu saja kurang rasanya, kita coba memberikan sedikit kelebayan dengan menambah kata Nada sehingga menjadi Nada Rindu.

Sepertinya kerinduan akan muncul ketika kita telah lama tidak bercanda, berpapasan, berbicara , bertatapan dengan sesuatu yang sering kita lihat, kita intip. Momen-momen seperti itu akan memunculkan rindu dalam diri. Perasaan kehilangan, perasaan jauh dan perasaan menyesal akan muncul berdatangan secara silih berganti, secara bertubi-tubi dari atas, bawah, kiri, kanan, depan dan belakang raga.Telinga dan Mata boleh tertutup akan tetapi Jiwa sudah dipenuhi dengan jutaan kalimat Rindu yang jumlahnya sama dengan detakan jantung. Setiap detakan jantung akan menciptakan Nada Rindu, rindu ingin bertemu, rindu ingin berbicara, rindu ingin bertatapan.

Nada Rindu ini mengisyaratkan akan pentingnya setiap momen yang kita jalani, kita lewati ketika pagi hari, siang hari, malam hari, tengah malam, tengah pagi  ( Sepertiga malam ). Membuat diri agar selalu bisa memanfaatkan setiap kesempatan dengan maksimal, penuh dengan pengorbanan dan keikhlasan.

Nada~nada indah ini tidak perlu dikejar ataupun dicari karena dia hanya bisa diarasakan oleh orang-orang yang memang benar-benar mengerti artinya sebuah keharmonisan, sebuah kasih sayang dan rasa memiliki.

Terkadang seseorang akan merasakan menyesal karena pernah bertemu, karena tidak ingin adanya perpisahan, tidak ingin adanya ucapan Selamat Tinggal, Selamat Berpisah, Sampai ketemu kembali di lain waktu.

Air mata bisa saja tertahan sejenak apabilan sang perindu mendengar kalimat itu, namun perlahan tapi pasti tetasan air mata akan perlahan turun membasahi pipi.

Bersyukurlan yang memiliki Nada Rindu ini, lantunan irama kehidupan berhasil dirasakan, menikmati setiap peristiwa hidup yang dihadapi.

Tetaplah merindu, biarkan rindu itu ada. Biarkan Nada-nada kerinduan itu tetap tersimpan diHati.

~Nada Rindu

Advertisements

About Aulia Rahman

Melatih kepribadian diri dengan menulis, karena dengan menulis bisa mengajarkan kita cara bersikap, berbicara, dan bersilaturahim.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

11 Responses to Nada Rindu

  1. Ary says:

    Rindu ngintip blognya Aul. Hahaha…
    Sehat2 di sana. Mari terus menjadi lebih baik dalam nada-nada kebaikan. 🙂

  2. Tulisan ini seperti saya saat ini yg sedng menikmati nada rindu pada keluarga dikampung. Ingin sekali berkumpul dengan mereka.

  3. Inshaallah bulan depan mudik 😀

  4. dina musollina says:

    mas aulia. sorry sbelumnyaa. aku abis baca blog mu sebelumnya ttg pt. pos.. ceritanaya aku bsok test psikotes online. mau tanya dong mas biasanya jangka waktu dr psikotes sampe tes selanjutnya dan slsai biasanya brp lama ya? soalnya aku bln dpan ada project yg harus dipastiin skrg. takut benturan hehe. thankyou sblumnyaa

  5. dina musollina says:

    oke mas makasih. sy tunggu infonya

  6. qefy says:

    Ane tunggu di Bdg, dong!

  7. Lama sekali kita tidak berjumpa…. Jika tidak salah, dulu di Meulaboh kita jumpa. Semoga tidak salah. Semakin lama tulisannya semakin pas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s